Rabu, 01 Januari 2014

alkana alkena alkuna



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam bidang kimia, hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen (H) dan atom karbon (C). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui senyawa hidrokarbon, misalnya minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan lain-lain.
Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik. Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang. Berdasarkan jumlah ikatannya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh.
Sampai saat ini terdapat lebih kurang dua juta senyawa hidrokarbon. sifat senyawa-senyawa hidrokarbon ditentukan oleh struktur dan jenis ikatan koevalen antar atom karbon.oleh karena itu,untuk memudahkan mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu banyak,para ahli melakukan pergolongan hidrokarbon berdasarkan strukturnya,danjenis ikatan koevalen antar atom karbon dalam molekulnya.
Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik. Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang. Berdasarkan jumlah ikatannya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh.
a. Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya berisi ikatan-ikatan tunggal saja. Golongan ini dinamakan alkana.
b. Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan alkuna.
c. Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping. Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatik. Senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup.
d. Senyawa aromatik yaitu senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C yang membentuk rantai benzena.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dalam makalah ini penulis merumuskan masalah yang akan dibahas:
a.       Apa pergertian dari Alkana, Alkena dan Akuna?
b.      Bagaimana rumus umum dari Alkana, Alkena dan Akuna?
c.       Bagaimana tata nama dari Alkana, Alkena dan Akuna?
d.      Apa saja sifat-sifat dan reaksi dari Alkana, Alkena dan Akuna?
e.       Apa saja kegunaan dari Alkana, Alkena dan Akuna?

1.3 Tujuan Penulisan
Dari rumusan masalah yang dibahas di makalah ini maka penulisan makalah ini mempunyai tujuan sebagai berikut:
a.       Memberikan pengetahuan tentang senyawa hidrokarbon.
b.      Memberi pengertian dari Alkana, Alkena dan Akuna.
c.       Memaparkan rumus umum dan cara tata nama yang benar dari  Alkana, Alkena dan Akuna.
d.      Memberikan pengetahuan tentang sifat-sifat beserta kegunaan dari Alkana, Alkena dan Akuna dalam kedupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN


Suatu senyawa dikatakan senyawa Hidrokarbon apabila senyawa yang tersusun oleh atom karbon (C) dan hidrogen (H). Hidrokarbon terbagi menjadi 3 kelompok yaitu hidrokarbon alifatik, hidokarbon alisiklik dan hidrokarbon aromatik. yang termasuk hidrokarbon – alifatik yaitu alkana, alkena dan alkuna – alisiklik yaitu sikloalkana dan sikloalkena – aromatik yaitu benzena dan turunannya.

A. Karakteristik Atom Karbon
Kekhasan Atom Karbon
Atom  karbon  memiliki  empat  elektron  valensi. Keempat  elektron  valensi  tersebut  dapat membentuk empat ikatan kovalen melalui penggunaan bersama pasangan elektron  dengan  atom-atom  lain.  Atom  karbon  dapat  berikatan kovalen tunggal dengan empat atom hidrogen membentuk molekul metana (CH4).




http://kimiavegas.files.wordpress.com/2010/04/hc1.jpg?w=321&h=80&h=80Rumus  Lewisnya:

http://kimiavegas.files.wordpress.com/2010/04/hc2.jpg?w=373&h=89&h=89Selain  dapat  berikatan  dengan  atom-atom  lain,  atom  karbon  dapat juga  berikatan  kovalen  dengan  atom  karbon  lain,  baik  ikatan  kovalen tunggal  maupun  rangkap  dua  dan  tiga,  seperti  pada  etana,  etena  dan etuna.

http://kimiavegas.files.wordpress.com/2010/04/hc3.jpg?w=436&h=101&h=101Kecenderungan  atom  karbon  dapat  berikatan  dengan  atom  karbon lain  memungkinkan  terbentuknya  senyawa karbon  dengan  berbagai struktur (membentuk rantai panjang atau siklik). Hal inilah yang menjadi ciri khas atom karbon.

Jika satu atom hidrogen pada metana (CH4) diganti  oleh  gugus –CH3 maka akan terbentuk etana (CH3–CH3). Jika atom hidrogen pada etana diganti oleh gugus –CH3 maka akan terbentuk propana (CH3–CH2–CH3) dan seterusnya hingga  terbentuk  senyawa  karbon  berantai  atau  siklik.



Atom C Primer, Sekunder, Tersier, dan Kuartener
Berdasarkan kemampuan atom karbon yang dapat berikatan dengan atom karbon  lain, muncul istilah atom karbon  primer,  sekunder, tersier, dan kuartener. Istilah ini didasarkan pada jumlah atom karbon yang terikat pada  atom karbon tertentu.
1.      http://kimiavegas.files.wordpress.com/2010/04/hc71.jpg?w=146&h=143&h=143http://kimiavegas.files.wordpress.com/2010/04/hc4.jpg?w=447&h=88&h=88Atom  karbon  primer adalah atom-atom karbon yang mengikat satu atom karbon tetangga.



2.      http://kimiavegas.files.wordpress.com/2010/04/hc81.jpg?w=147&h=113&h=113http://kimiavegas.files.wordpress.com/2010/04/hc5.jpg?w=442&h=84&h=84Atom karbon sekunder adalah atom-atom karbon  yang  mengikat  dua  atom  karbon tetangga.



3.      http://kimiavegas.files.wordpress.com/2010/04/hc9.jpg?w=150&h=134&h=134http://kimiavegas.files.wordpress.com/2010/04/hc61.jpg?w=438&h=107&h=107Atom  karbon tersier  adalah  atom-atom karbon  yang  mengikat  tiga  atom  karbon  tetangga.




2.1 Alkana
2.1.1 Rumus Umum Alkana
Alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh, yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan karbonnya merupakan ikatan tunggal. Senyawa alkana mempunyai rumus :
CnH2n + 2
Dari rumus umum di atas jika diketahui jumlah atom karbon maka jumlah H dapat ditentukan demikian pula sebaliknya. Nama-nama beberapa alkana tidak bercabang yang sering disebut sebagai deret homolog dapat dilihat pada tabel berikut:
Nama
Rumus molekul
Nama
Rumus molekul
metana
CH4
heksadekana
C16H34
etana
C2H6
heptadekana
C17H36
propana
C3H8
oktadekana
C18H38
butana
C4H8
nonadekana
C19H40
pentana
C5H12
eikosana
C20H42
heksana
C6H14
heneikosana
C21H44
heptana
C7H16
dokosana
C22H46
oktana
C8H18
trikosa
C23H48
nonana
C9H20
tetrakosana
C24H50
dekana
C10H22
pentakosana
C25H52
undekana
C11H24
keksakosana
C26H54
dodekana
C12H26
heptakosana
C27H56
tridekana
C13H26
oktaoksana
C28H58
tetradekana
C14H30
nonakosana
C29H60
pentadekana
C15H32
trikontana
C30H62


2.1.2 Tata Nama Alkana
Perbedaan rumus struktur alkana dengan jumlah C yang sama akan menyebabkan berbedaan sifat alkana yang bersangkutan. Banyaknya kemungkinan struktur senyawa karbon, menyebabkan perlunya pemberian nama yang dapat menunjukkan jumlah atom C dan rumus strukturnya. Aturan pemberian nama hidrokarbon telah dikeluarkan oleh IUPAC agar dapat digunakan secara internasional.

1.      Rantai tidak bercabang (lurus)
Jika rantai karbon terdiri dari 4 atom karbon atau lebih, maka nama alkana diberi alawal n- (normal). Contoh:
CH3 CH2 CH2 CH2 CH3 = n-pentana
2.      Jika rantai karbon bercabang, maka:
a.  Tentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung yang lain. Rantai induk diberi nama alkana.

15

rantai induk terdiri dari 6 atom C, sehingga diberi nama heksana

b. Penomoran.           
Berilan nomor pada rantai induk dari ujung terdekat cabang.

16

Jika nomor dari bawah, maka cabang ada di nomor 3. tetapi jika dari kanan, maka cabang ada di nomor 4. Sehingga dipilih penomoran dari ujung bawah.

c.  Tentukan cabang, yaitu atom C yang yang terikat pada rantai induk. Cabang merupakan gugus alkil dan beri nama alkil sesuai struktur alkilnya. Perhatikan beberapa gugus alkil berikut:
d. Tabel Nama Alkil
17
18



e. Urutan penulisan nama. Urutan penulisan nama untuk alkana bercabang: Nomor cabang-nama cabang nama rantai induk:
Nama untuk struktur di atas adalah: 3-metilheksana

·         19jika terdapat lebih dari satu alkil sejenis, maka tulis nomor-nomor cabang dari alkil sejenis dan beri awalan alkil dengan di, tri, tetra, penta dan seterusnya sesuai dengan jumlah alkil sejenis.

20
·         Jika terdapat dua atau lebih jenis alkil, maka nama-nama alkil disusun menurut abjad.





3.      Tambahan untuk penomoran khusus
a.  Jika terdapat beberapa pilihan rantai induk yang sama panjang, maka pilih rantai induk yang mempunyai cabang lebih terbanyak.

21

Rantai induk = 5 atom C Rantai induk = 5 atom C
Cabang = 2 (metil dan etil) Cabang = 1 (isopropil)
Sehingga yang dipilih adalah struktur yang pertama : 3-etil-2-metilpentana



b. Gugus alkil dengan jumlah atom C lebih banyak diberi nomor yang lebih kecil.

22

Dari kiri, nomor 3 terdapat cabang etil
Dari kanan, nomor 3 terdapat cabang metil.
Sehingga yang dipilih adalah penomoran dari kiri: 3-etil-4metilpentana.


2.1.3 Sifat-sifat Alkana
a.      Sifat fisik
1.  Semua alkana merupakan senyawa polar sehingga sukar larut dalam air. Pelarut yang baik untuk alkana adalah pelarut non polar, misalnya eter. Jika alkana bercampur dengan air, lapisan alkana berada di atas, sebab massa jenisnya lebih kecil daripada 1.
2.  Pada suhu kamar, empat suku pertama berwujud gas, suku ke 5 hingga suku ke 16 berwujud cair, dan suku diatasnya berwujud padat.
3.  Semakin banyak atom C, titik didih semakin tinggi. Untuk alkana yang berisomer (jumlah atom C sama banyak), semakin banyak cabang, titik didih semakin kecil.
Alkana
Rumus
Titik didih [°C]
Titik lebur [°C]
Massa jenis [g·cm3] (20°C)
CH4
-162
-183
gas
C2H6
-89
-172
gas
C3H8
-42
-188
gas
C4H10
0
-138
gas
C5H12
36
-130
0.626 (cairan)
C6H14
69
-95
0.659 (cairan)
C7H16
98
-91
0.684 (cairan)
C8H18
126
-57
0.703 (cairan)
C9H20
151
-54
0.718 (cairan)
C10H22
174
-30
0.730 (cairan)
C11H24
196
-26
0.740 (cairan)
C12H26
216
-10
0.749 (cairan)
C20H42
343
37
padat
C30H62
450
66
padat
C40H82
525
82
padat
C50H102
575
91
padat
C60H122
625
100
padat


b.      Sifat kimia
1.  Pada umumnya alkana sukar bereaksi dengan senyawa lainnya.
2.  Dalam oksigen berlebih, alkana dapat terbakar menghasilkan kalor, karbon dioksida dan uap air.
3.  Jika alkana direaksikan dengan unsur-unsur halogen (F2, Cl2, Br2, I2), atom-atom H pada alkana akan digantikan oleh atom-atom halogen.

2.1.4 Keisomeran Alkana    
Struktur alkana dapat berupa rantai lurus atau rantai bercabang. Alkana yang mengandung tiga atom karbon atau kurang tidak mempunyai isomer seperti CH4, C2H6 dan C3H8 karena hanya memiliki satu cara untuk menata atom-atom dalam struktur ikatannya sehingga memilki rumus molekul dan rumus struktur molekul sama. Perhatikan gambar di bawah ini:

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEij_bc7fuLGbP0n1t9M8GfWoBas9XKd5e3Fxdom2QbjTxfpaF-fqd0-ULIERUUTzQdfApXDG4-lzD30xxNUTaIVRGTmq8QY4LcttwgiSpNxMBZbuUndYfWmO9UE3sD318eMF9MgDWVq-w/s320/ALKANA+1+%25282%2529.png

Dalam senyawa alkana juga ada yang rumus molekulnya sama, tetapi rumus struktur molekulnya berbeda. Mulai dari alkana dengan rumus molekul C4H10 mempunyai dua kemungkina struktur ikatan untuk menata atom-atom karbonnya seperti di bawah ini:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi_XCTQHE7srhgNC0rRF82MZ1d1Iut-7GiKqKMHO6nweFvwpz2A0_ezSD0FqumED4VMLoOok_Wl4a4biG4YApQCh3WXEtk1NG_ZVLo0dQOYR2vq47Y0QsAZDUDo281MZc4HSOMyR31Pg/s320/ALKANA+%25283%2529.png

Untuk senyawa-senyawa tersebut disebut isomer. Oleh karena perbedaan hanya pada kerangka struktur maka isomernya disebut isomer kerangka.
Untuk pentana (C5H12) memiliki tiga kemungkinan struktur ikatan untuk menata atom-atom karbonnya yaitu:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjufKo0RPFf3v77b0Bwz1HV7DMJvYhXip8JlZvihH3Mf3Ob98VOQp_96lhlUlmBzD6b2eSjb-FJ8mives7p27BEVzftV7NEyIC97wVw3ie210AzHG2V5MMoPlGT09Hm_LL-rteqpqqm-g/s320/ALKANA+%25284%2529.png

Kita dapat menyimpulkan dari 2 contoh di atas bahwa semakin bertambah jumlah atom C pada rumus molekul suatu alkana maka semakin banyak isomernya seperti yang tertera ditabel bawah ini:

Jumlah atom C
C4
C5
C6
C7
C8
C9
C10
Rumus molekul
C4H10
C5H12
C6H14
C7H16
C8H18
C9H20
C10H22
Jumlah isomer
2
3
5
9
18
35
75


2.1.5 Kegunaan dan Bahaya Alkana
Alkana adalah komponen utama dari gas alam dan minyak bumi. Kegunaan alkana, sebagai :
·         Metana : zat bakar, sintesis, dan carbon black (tinta,cat,semir,ban).
·         Propana, Butana, Isobutana : zat bakar LPG (Liquified Petrolium Gases).
·         Pentana, Heksana, Heptana : sebagai pelarut pada sintesis.  
·         Bahan baku untuk senyawa organik lain. Minyak bumi dan gas alam merupakan bahan baku utama untuk sintesis berbagai senyawa organik seperti alcohol, asam cuka, dan lain-lain.
·         Bahan baku indutri. Berbagai produk industry seperti plastic, detergen, karet sintesis, minyak rambut, dan obat gosok dibuat dari minyak bumi atau gas alam.
Fraksi tertentu dari Destilasi langsung Minyak Bumi/mentah
TD (oC)

Jumlah C

Nama
Penggunaan
< 30
1 - 4
Fraksi gas
Bahab bakar gas
30 - 180
5 -10
Bensin
Bahan bakar mobil
180 - 230
11 - 12
Minyak tanah
Bahan bakar memasak
230 - 305
13 - 17
Minyak gas ringan
Bahan bakar diesel
305 - 405
18 - 25
Minyak gas berat
Bahan bakar pemanas

Sisa destilasi :
a.     Minyak mudah menguap, minyak pelumas, lilin dan vaselin.
b.     Bahan yang tidak mudah menguap, aspal dan kokas dari m. bumi.
Sedangkan Bahaya alkana adalah:
·         Metana bersifat eksplosif (mudah meledak) ketika bercampur dengan udara (1 – 8% CH4).
·         Alkana suku rendah lainnya juga mudah meledak apabila bercampur dengan udara.
·         Alkana suku rendah yang berbentuk cairan sangat mudah terbakar.
·         Pentana, heksana, heptana, dan oktana digolongkan sebagai senyawa yang berbahaya bagi lingkungan dan beracun.
·         Isomer rantai lurus dari heksana bersifat neurotoksin.
·         Alkana dengan halogen, seperti kloroform, juga dapat bersifat karsinogenik.
2.2 Alkena
Alkena atau olefin dalam kimia organik adalah hidrokarbon tak jenuh dengan sebuah ikatan rangkap dua antara atom karbon. Alkena asiklik yang paling sederhana, yang membentuk satu ikatan rangkap dan tidak berikatan dengan gugus fungsional manapun, maka akan membentuk suatu kelompok hidrokarbon.
Alkena yang paling sederhana adalah etena atau etilena (C2H4) Senyawa aromatik seringkali juga digambarkan seperti alkena siklik, tapi struktur dan ciri-ciri mereka berbeda sehingga tidak dianggap sebagai alkena.

2.2.1 Rumus Umum Alkena
Alkena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yang memiliki satu ikatan rangkap (C = C). Senyawa yang mempunyai dua ikatan rangkap disebut alkadiena, yang mempunyai tiga ikatan rangkap disebut alkatriena, dan seterusnya.
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/06/image28.bmphttp://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/06/image27.bmpBagaimana rumus umum alkena? Perhatikan senyawa-senyawa di bawah ini kemudian bandingkan!

Apa kesimpulan yang Anda ambil? Ya benar, alkena ternyata mengikat lebih sedikit dua atom hidrogen dibandingkan alkana. Karena rumus umum alkana CnH2n + 2, maka rumus umum alkena adalah :
CnH2n




2.2.2 Tata Nama Alkena
1) Alkena rantai lurus
Nama alkena rantai lurus sesuai dengan nama–nama alkana, tetapi dengan mengganti akhiran –ana menjadi –ena.
Contoh:
CH3 CH2 CH2 CH2 CH3 = n-pentena

2) Alkena rantai bercabang
Urutan penamaan adalah:
a) Memilih rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang yang mengandung ikatan rangkap.
Contoh:
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/06/image30.bmp

b) Memberi nomor, dengan aturan penomoran dimulai dari salah satu ujung rantai induk, sehingga ikatan rangkap mendapat nomor terkecil (bukan berdasarkan posisi cabang).
Contoh:
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/06/image31.bmp

c) Penamaan, dengan urutan:
- nomor atom C yang mengikat cabang
- nama cabang
- nomor atom C ikatan rangkap
- nama rantai induk (alkena)
Contoh:
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/06/image32.bmp


2.2.3 Sifat-sifat Alkena
1) Sifat Fisis
1.    Pada suhu kamar, tiga suku yang pertama adalah gas, suku-suku berikutnya adalah cair dan suku-suku tinggi berbentuk padat. Jika cairan alkena dicampur dengan air maka kedua cairan itu akan membentuk lapisan yang saling tidak bercampur. Karena kerapatan cairan alkena lebih kecil dari 1 maka cairan alkena berada di atas lapisan air.
2.    Dapat terbakar dengan nyala yang berjelaga karena kadar karbon alkena lebih tinggi daripada alkana yang jumlah atom karbonnya sama.

2) Sifat Kimia (Reaksi-reaksi Alkena)
Alkena jauh lebih reaktif daripada alkana karena adanya ikatan rangkap. Reaksi alkena terutama terjadi pada ikatan rangkap tersebut.
Reaksi-reaksi alkena sebagai berikut:
a) Reaksi Adisi (penambahan atau penjenuhan)
Reaksi adisi, yaitu pengubahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal dengan cara mengikat atom lain.
Zat-zat yang dapat mengadisi alkena adalah:
(1) Gas hidrogen (H2)
CH2 = CH2+ H2
etana
CH3– CH3
etena
(2) Halogen (F2, Cl2, Br2, dan I2)
CH2 = CH – CH3 + Br2
Propena
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/06/image37.bmp
(3) Asam halida (HCl, HBr, HF, dan HI)
Jika alkena menangkap asam halida berlaku aturan Markovnikov, yaitu atom H dari asam halida akan terikat pada atom C berikatan rangkap yang telah memiliki atom H lebih banyak.
Contoh:
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/06/image38.bmp               http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/06/image39.bmp
    Propena                                                       2–kloropropena


b) Reaksi Pembakaran (oksidasi dengan oksigen)
Pembakaran sempurna alkena menghasilkan CO2 dan H2O.
C2H4 + 3 O2  2 CO2 + 2 H2O
Pembakaran tidak sempurna alkena menghasilkan CO dan H2O.
C2H4 + 2 O2  2 CO + 2 H2O



c) Reaksi Polimerisasi
Reaksi polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekul molekul sederhana (monomer) menjadi molekul besar (polimer).
Contoh:
Polimerisasi etena menjadi polietena
n CH2 = CH2 -> – CH2 – CH2– -> [– CH2 – CH2 –]n


2.2.4 Keisomeran Alkena
Pada senyawa alkena, keisomeran dimulai dari senyawa dengan rumus kimia C4H8 sama seperti senyawa alkana. Jenis isomer yang dapat terjadi pada senyawa alkena yaitu isomer struktur dan isomer geometri.
a.  Isomer Struktur

ร˜  Isomer Kerangka/ Rantai
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrKJW2Gg7klZ1cV6WIaxZ1DYJDyTiFAGCe43BUEAcwsFZL1_aXbup8FLHh8OE-LfYYYEdyPQfkeHTgkrY3a5vlGVawNSrdBCdQ1hdoNuKq4DEXU3v3heJIl4J6lLNpDvQLuSLDObZzNQ/s320/ALKANA5.png

ร˜  Isomer posisi
Isomer posisi adalah isomer yang memiliki perbedaan posisi ikatan rangkap karbon-karbon dalam molekul yang sama
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8nsDKhcNyK38HlXjdpaWfVatlgBVd0UouvuV0S1j_76IkmBtY-bOy_QyBmAv5w29JTmNQ3IZS6wxg2HUmJxeN1w197tkzROwPrXVX_OYLLysg2UaF_NYFOFTjED5z1s5eHyjM3bw8JQ/s320/ALKANA6+%25285%2529.png


b. Isomer geometri 
Ikatan rangkap dua karbon-karbon pada alkena tidak dapat memutar (melintir) sebab jika diputar akan memutuskan ikatan rangkap, tentunya memerlukan energi cukup besar sehingga mengakibatkan ketegaran diantara ikatan rangkap tersebut. Akibat dari ketegaran, ikatan rangkap menimbulkan isomer tertentu pada alkena. Pada contoh berikut, ada dua isomer untuk 2-butena (CH3CH=CHCH3), yaitu cis-2-butena dan trans-2-butena. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid3I-b52HhOWKS9rorcLELz8HEdwiD8JosGecrbHiSuEpZluizVen1Fg-dJ_K0K2MM59qTBuN-MWMuBO8cYORO4WuB1S2UX79eBuuMHPdS7AEci5nkm6HweoL_3PGohhwsp5rAAu7tyQ/s320/alkana+%25287%2529.png

c. Isomer Fungsional 
           Isomer fungsional pada alkena dimulai dari propena (C3H6) 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeA31Wm-tTlaDiukXgR9kLA2DOjMOrMpJKrt8OxGfhualsj69xJKIhIpEdjgGlYEfh2OLdsSTXNh9FD5aRv-gKxGEbLqY7rSjbqgWKnrJyNGTotqppJ5wEWHjDSCIHdHdVjIRU7uj_xQ/s320/alkana+%25288%2529.png



2.2.5 Kegunaan Alkena
Kegunaan Alkena sebagai :
·         Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)
·         Untuk memasakkan buah-buahan
·         bahan baku industri plastik, karet sintetik, dan alkohol.


2.3 Alkuna
Alkuna adalah hidrokarbon tak jenuh yang memiliki ikatan rangkap tiga.  Salah satunya adalah etuna yang disebut juga sebagai asetilen dalam perdagangan atau sebagai pengelasan.

2.3.1 Rumus Umum Alkuna
Alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh yang mengandung ikatan rangkap tiga.
Perhatikan contoh berikut
 CH \equiv C - CH_{3}      CH \equiv C - CH_{2} - CH_{3}       CH_{3} - C \equiv C - CH_{3}
Bagaimana rumus umum alkuna? Masih ingatkah Anda dengan senyawa alkadiena? Perhatikan  rumus struktur senyawa-senyawa di bawah ini!
CH \equiv C - CH_{2} - CH_{3}
Alkuna
CH_{2} = CH - CH_{2} - CH_{3}
Alkena
Bagaimana jumlah atom C dan H pada kedua senyawa di atas? Ternyata untuk alkuna dengan jumlah atom C sebanyak 4 memiliki atom H sebanyak 6. Sedangkan untuk alkena dengan jumlah atom C sebanyak 4 memiliki atom H sebanyak 8.Jadi, rumus umum alkuna adalah:
CnH2n – 2

2.3.2 Tata Nama Alkuna
1) Untuk alkuna rantai lurus, dinamakan sesuai dengan alkana dengan jumlah atom karbon yang sama, namun diakhiri dengan -una. Berikut adalah alkuna dengan jumlah atom karbon 2-10 disebut:
o   Etuna, C2H2
o   Propuna, C3H4
o   Butuna, C4H6
o   Pentuna, C5H8
o   Heksuna, C6H10
o   Heptuna, C7H12
o   Oktuna, C8H14
o   Nonuna, C9H16
o   Dekuna, C10H18
2) Alkuna rantai bercabang
Urutan penamaan adalah:
a) Memilih rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang yang
mengandung ikatan rangkap tiga. Contoh:

http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/07/image4.bmp              http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/07/image5.bmp

b) Penomoran alkuna dimulai dari salah satu ujung rantai induk, sehingga atom C yang berikatan rangkap tiga mendapat nomor terkecil. Contoh:

http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/07/image6.bmp

c) Penamaan, dengan urutan:
• nomor C yang mengikat cabang
• nama cabang
• nomor C yang berikatan rangkap tiga
• nama rantai induk (alkuna)

http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/07/image7.bmpContoh:

3–metil–1–butuna
(bukan 2–metil–3–butuna)
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/07/image8.bmp
4–metil–2–heksana
(bukan 3–metil–4–heksana)

Contoh
1. Tulislah nama senyawa berikut ini.
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/07/image9.bmp
jawab:
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/07/image10.bmp
4–metil–2–pentuna
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/07/image11.bmp
2–metil–3–heksuna
2. Tulislah rumus struktur dari:
a. 2,2–dimetil–3–heksuna
b. 3–etil–1–heptuna
Jawab:
a. 2,2–dimetil–3–heksuna
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/07/image12.bmp
b. 3–etil–1–heptuna
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2011/07/image13.bmp

2.3.3 Sifat-sifat Alkuna
1) Sifat Fisis
Sifat fisis alkuna, yakni titik didih mirip dengan alkana dan alkena. Semakin tinggi suku alkena, titik didih semakin besar. Pada suhu kamar, tiga suku pertama berwujud gas, suku berikutnya berwujud cair sedangkan pada suku yang tinggi berwujud padat.
2) Sifat Kimia (Reaksi Alkuna)
Reaksi- reaksi pada alkuna mirip dengan alkena, hanya berbeda pada kebutuhan jumlah pereaksi untuk penjenuhan ikatan rangkap. Alkuna membutuhkan jumlah pereaksi dua kali kebutuhan pereaksi pada alkena untuk jumlah ikatan rangkap yang sama.
Contoh:
Reaksi penjenuhan etena oleh gas hydrogen
CH_{2} = CH_{2} + H_{2} (etena)\rightarrow CH_{3} -CH_{3}(etana)
Bandingkan dengan reaksi penjenuhan etuna dengan gas hidrogen!


2.3.4 Keisomeran Alkuna
Pada senyawa alkuna, keisomeran dimulai dari senyawa butuna dengan rumus kimia (C4H6) memiliki jenis isomer yaitu isomer struktur. Pada pembahasan berikut akan dijelaskan mengenai isomer struktur senyawa alkuna. Perhatikan dua isomer yang dimiliki butuna (C4H6

a. Isomer Posisi 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb1AB1SEKAWBYx3fvkuVrpI08ZT-__t808e6JVLKDUjxk9V_GAq24qtkVXmv4GcQoEUOe2WHANFtjxpT-8gMwZrJ-OB6SLu89M5lw6FWCJnOlpybEqcGgFxJrZ4Ua05vdRqMAlyOyzWA/s320/alkana%25289%2529.png
Pada pentuna C5H8 memiliki  3 isomer  seperti di bawah ini:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrHAodI2e0TLZz5vv4NzMb9aQkIKz9WMaOCEElRaOKIAZOIv1fR1Jfz10aosy4_15FMfR04Jhajn__dfGUXPmt7BbLydABA3QylVod3av0xH9c2GlaeaSwvF_WqwyWKa18t6bKJmWF9g/s320/alkana+%252810%2529.png

b. Isomer kerangka/ rantai 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSdFX3umLJdDVibP9xkN9yfXGG7F6ZQYDCmOvq75cK_tjE9BnMbzYHoAVoajwe53D4fmcL_BPc3oMC_0gcftkGwmX3kBDFiEuNFngq0zc5KVbyVins2OadTDLUkN1NO7PXIBWlD-fUJg/s320/alkana+%252811%2529.png

c. Isomer Fungsi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxv4b93mBCaTlemmW49Dy86f5pyQDfYOeCkcRojSQ0a3b_rEZ2TJDUEqXbsCV4iHxCD8U8dl6OXKPDSOfshHfrtqu7-Jp8gF0xr58hJRlfJd78TJ7Jjg5H_UTLElIqkMcyDaHFIjynnQ/s320/alkana%252813%2529.png

2.3.5 Kegunaan Alkuna
Kegunaan Alkuna sebagai  :
·         etuna (asetilena = C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.
·         untuk penerangan 
·         Sintesis senyawa lain
  • Gas asetilena (etuna) digunakan untuk bahan bakar las. Ketika asetilena dibakar dengan oksigen maka dapat mencapai suhu 3000ยบ C. Suhu tinggi tersebut mampu digunakan untuk melelehkan logam dan menyatukan pecahan-pecahan logam.
gas asetilena
  • Asetilena terklorinasi digunakan sebagai pelarut. Asetilena klorida juga digunakan untuk bahan awal pembuatan polivinil klorida (PVC) dan poliakrilonitril.
  • Karbanion alkuna merupakan nukleofil yang sangat bagus dan bisa digunakan untuk menyerang senyawa karbonil dan alkil halida untuk melangsungkan reaksi adisi. Dengan demikian sangat penting untuk menambah panjang rantai senyawa organik.


2.4 Sikloalkana
2.4.1 Pengertian dan Rumus Umum
Sikloalkana adalah golongan senyawa hidrokarbon jenuh yang rantai atom-atom karbon-karbonnya tertutup (membentuk cincin), sehingga termasuk hidrokarbon siklik. Karena sifat-sifat sikloalkana sangat mirip dengan golongan alkana (hidrokarbon alifatik), maka sikloalkana dikategorikan sebagai hidrokarbon alisiklik. Rumus umum sikloalkana CnH2n.
Dengan pasangan-pasangan elektron yang saling berdekatan, terjadi tolak menolak antara pasangan-pasangan elektron yang menghubungkan atom-atom karbon. Ini membuat ikatan-ikatan lebih mudah terputus.
Dalam pemberian nama sikloalkana selalu digunakan awalan siklo-. Sebagai contoh, sikloalkana yang mengandung 3 atom C dinamakan siklopropana, yang mengandung 4 atom C dinamakan siklobutana, dan seterusnya. Pada sikloalkana yang mengandung substituen, pemberian namanya adalah dengan terlebih dahulu menyebut nama substituen tersebut, diikuti dengan nama sikloalkananya.
Sebagai contoh, siklopentana yang mengandung sebuah substituen metil diberi nama metilsiklopentana. Bila substituennya lebih dari sebuah diperlukan penomoran dan dengan memperhatikan urutan alfabetik huruf pertama masing-masing substituen. Sebagai contoh, 1,4-dimetilsikloheksana, 4-etil-1-metilsikloheksana, dan 1-tersierbutil-4-metilsikloheksana.

2.4.2 Tata Nama Sikloalkana
Sikloalkana tergolong hidrokarbon siklis/jenuh dengan rumus umum CnH2n yang memiliki sekurang-kurangnya 1 cincin atom karbon. Golongan senyawa ini termasuk hidrokarbon jenuh, karena rantai atom C berikatan kovalen tunggal.
Contoh penamaan senyawa sikloalkana :
o   Siklo propana, C3H6, (CH2)3, 3 atom C melingkar, setiap atom C mengikat 2 atom H. 
o   Siklo butana, C4H8, (CH2)4, 4 atom C melingkar.
o   Siklo pentana, C5H10, (CH2)5, 5 atom C melingkar. 
o   1,1,2-tribromo siklo butana, berarti dalam siklobutana terdapat 3 gugus cabang brom, Br; 2 cabang terletak.
o   1,1,2-trietil-3-metil siklo heksana; berarti sikloheksana memiliki 4 gugus chabang, 3 cabang adalah gugus etil. 

2.4.3 Klasifikasi Sikloalkana
Sikloalkana paling sederhana adalah siklopropana yang memiliki 3 atom C dengan konformasi berbentuk planar. Sedangkan pada sikloalkana dengan jumlah atom C penyusun cincin lebih dari 3 memiliki bentuk yang tidak planar dan melekuk, membentuk suatu konformasi yang paling stabil (memiliki energi paling rendah), ingat bentuk molekul gula yang berbentuk segi enam, berupa pelana kuda dan bentuk kursi adalah bentuk yang stabil. Tabel di bawah ini menyajikan beberapa bentuk sikloalkana. 
http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/12/tabel-12.8-300x260.jpg
Klasifikasi berdasarkan jumlah struktur atom karbon 

Sikloalkana juga hanya mengandung ikatan C-H dan ikatan tunggal C-C, hanya saja atom-atom karbon tergabung dalam sebuah cincin. Sikloalkana yang paling kecil adalah siklopropana.
Jika menghitung jumah karbon dan hidrogen pada gambar di atas, akan terlihat bahwa jumlah atom C dan H tidak lagi memenuhi rumus umum CnH2n+2. Dengan tergabungnya atom-atom karbon dalam sebuah cincin, ada dua atom hidrogen yang hilang.
Dua atom hidrogen yang hilang memang tidak diperlukan lagi, sebab rumus umum untuk sebuah sikloalkana adalah CnH2n
Sikloalkana juga mempunyai gugus cincin. Sikloheksana misalnya, memiliki sebuah struktur cincin yang sebagai "cincin yang berkerut".terlihat seperti ini:  
http://www.chem-is-try.org/wp-content/migrated_images/sifat/chair.gif

Struktur ini dikenal sebagai bentuk "kursi" dari sikloheksana – sesuai dengan bentuknya yang sedikit menyerupai sebuah kursi. 

2.4.4 Sifat-sifat Sikloalkana
Sifat kimia sikloalkana merupakan pengembangan konsep atau materi pengayaan. Penalarannya tidak sulit dan sifatnya mirip alkana. Sikloalkana, sifatnya mirip dengan alkana, yaitu rantai atom C memiliki ikatan kovalen tunggal . Akibat dari reaksinya mengalami subtitusi 
Perbedaan alkana dan sikloalkana adalah Alkana tergolong alifatis, yaitu rantainya terbuka, sedang sikloalkana adalah hidrokarbon siklis, rantainya tertutup. Rantai terbuka berarti gerakan molekulnya lebih leluasa. Sedangkan sikloalkana seperti dipaksakan, kemungkinan besar sikloalkana lebih mudah bereaksi. Apalagi siklopropana yang rantai C-nya terpendek. Jadi siklopropana paling tidak stabil atau paling realtif." 
Dikatakan siklopropana memiliki sifat ekstra, yaitu rantai tertutupnya mudah terbuka. Reaksi membukanya ikatan ini dinamakan adisi dan reaksi ini dapat berlangsung di ruang gelap maupun ada UV. Namun apabila ada UV maka reaksinya campuran, adisi dan substitusi. 
http://wanibesak.files.wordpress.com/2010/09/4321.jpg?w=630
Sifat Sikloalkana


·         Reaksi adisi siklopropana dengan Br2?
" (CH2)3 + Br2 → CH2BrCH2CH2Br namanya 1,3-dibromo propana." 
·         Substitusi siklobutana dengan Cl2?"
"Akan membentuk 1-khloro siklobutana, persamaan reaksinya:
(CH2)4 + Cl2 → (CH2)3CHCl + HCl." 



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen (H) dan atom karbon (C).
Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon terbagi dalam 3 golongan besar, yaitu: Senyawa alifatik dan senyawa siklik serta senyawa aromatik.
Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang. Berdasarkan jumlah ikatannya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh.
a. Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya berisi ikatan-ikatan tunggal saja. Golongan ini dinamakan alkana.
b. Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan alkuna.
Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping. Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatik. Senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup.
Senyawa aromatik yaitu senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C yang membentuk rantai benzena.

3.2 Saran

Sebaiknya penggunaan senyawa harus digunakan sebaik-baiknya, karena setiap senyawa itu mempunyai manfaat dan bahaya.



a.        
DAFTAR PUSTAKA

Utami, Budi, Mahardiani. Ani. 2009. Kimia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: CV.HaKa MJ
Purba Michael. 2004. Kimia untuk SMA. Jakarta: Erlangga.